cobain deh browser google chrome
Google Corporation mengeluarkan lagi produk terbarunya. Kali ini berupa web browser, namanya google chrome. Kalo mau download aja di sini. Tapi ini masih versi BETA dan baru siap untuk Windows. Coba aja download dulu. Instalasi akan dimulai dengan bahasa Indonesia. Ketika proses instalasi juga ada pilihan untuk import bookmark dan sandi dari Mozilla Firefox.
Kenapa Mozilla Firefox ya? koq bukan Internet Explorer atau Opera? Padahal aku install ketiganya di komputerku.
Instalasi Selesai. Dilihat sekilas, mirip dengan browser lain yang memiliki tab untuk membuka banyak halaman.
Untuk membuka tab baru klik saja tombol
atau tekan saja [Ctrl + T]. Hmm, bahasanya juga bahasa Indonesia. Untuk menyetting Google Chrome ada di menu sebelah kanan yang bergambar
dan klik Pilihan.
Bahasanya juga bahasa Indonesia.Tapi bisa diganti koq. Masuk aja ke Pilihan > Utak-Atik Dikit > klik Ubah setelan font dan bahasa.
kata kunci digunakan untuk masuk ke sini
kegunaan google chrome gogle chrome fungsi google chrome kegunaan software google chrome materi google materi browsing geogle indonesia kegunaan browser materi internet dan browser google chrome bahasa indonesia kegunaan web browser tutorial web browser google chrome indonesia materi browser fungsi web browser google crome bahasa indonesia cara menggunakan google chrome tutorial web browser mozilla firefox MATERI TENTANG WEB BROWSER materi web browser gogle chrom kegunaan google kegunaan chrome kegunaan google crome fungsi dan cara pakai google chrome fungsi dan kegunaan google chrome google chrome tidak bisa browsing google chrome installer bahasa indonesia software untuk merampok bandwith memakai google chrome
Related posts:
3 Comments for this entry
6 Trackbacks / Pingbacks for this entry
-
Google Chrome sudah hidup! « Google Chrome
September 5th, 2008 on 11:33 pm[...] cobain deh browser google chrome | away.web.id Untuk menyetting Google Chrome ada di menu sebelah kanan yang bergambar pilihan … Selama ini saya adalah pengguna browser Maxthon yang menurut saya … [...]
-
themes ramah bandwidth | away.web.id | materi kuliah | tutorial
November 4th, 2008 on 3:09 pm[...] Google Chrome namanya. Dari namanya saja sudah ketahuan bahwa ini adalah themes yang mengikuti browser keluaran google. saya sangat suka dengan google [...]
-
? Hadapilah Semua Dengan Senyuman ? :: Aku Pikir Blog Ini Akan Hilang Dari Dunia Maya :: December :: 2008
December 4th, 2008 on 9:38 am[...] dengan senyuman ini, aku jumpai tulisan bahwa blog tidak dapat diakses. Aku membukanya menggunakan google chrome. Terlihat tulisan seperti [...]
-
pesan YM summer-picz.com | Kampanye Damai Pemilu indonesia 2009 | tutorial indonesia 2009
March 5th, 2009 on 5:05 pm[...] web yang digunakan untuk menipu. Ternyata ketika saya membuka web tersebut dengan menggunakan google chrome, tampilannya seperti ini: tampilan web [...]
-
cara mencegah terkena yahoo messenger summerpicz.com | Kampanye Damai Pemilu indonesia 2009 | tutorial indonesia 2009
March 12th, 2009 on 1:00 pm[...] menipu orang lain. Ini screenshotnya sementara web browser lain seperti internet explorer ataupun google chrome tidak menampilkan pemberitahuan [...]
-
Google Chrome versi 4.1 Support Plugin | tutorial indonesia, materi kuliah, web desain, programming
May 19th, 2010 on 11:14 pm[...] beberapa bulan yang lalu saya mulai menggunakan google chrome. Dan selama beberapa bulan itu, saya menilai bahwa dibandingkan dengan beberapa browser lain, [...]





















September 3rd, 2008 on 12:39 pm
jah, sip…. maaci infonya bang away….
*langsung njajal
September 4th, 2008 on 9:02 am
Saya agak telat satu hari memakai browser teranyar yang sedang menarik perhatian dunia ini. Dirilis tanggal 2 September kemarin, saya baru mengunduh dan meng-install-nya sehari setelah itu. Cukup menarik sekali untuk melihat software yang masih versi beta ini sudah mampu mendukung berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, walaupun masih terasa aneh dan konyol (bayangkan saja, ada sesuatu yang diberi nama ‘Di bawah terpal’ !!!).
Sepintas pada visual, ini adalah browser dengan tampilan yang sangat minimalis dan menawan. Saya nyaris tidak bisa melihat tombol atau gambar apapun yang terserak di interface / antarmuka-nya yang berwarna biru langit tersebut. Sepertinya Google benar-benar serius dengan komitmen mereka untuk memberikan keunggulan dalam kecepatan dan ketepatgunaan. Saya sedikit perlu penyesuaian ketika melihat tampilan tab yang agak nyeleneh dibanding dengan browser lainnya, tapi dalam lima belas menit saya sudah jatuh cinta dengan tampilan Google Chrome.
Sayangnya keunggulan penampilan tersebut masih belum dibarengi dengan kelengkapan fungsi yang memadai. Misalnya saja pada engine blog wordpress saya, http://hitmansystem.com/blog , tidak bisa menampilkan visual rich-text editor. Yang dimunculkan adalah box teks yang perlu di-edit secara html manual atau copy-paste dari dreamweaver atau software sejenisnya.
Saya pikir, Chrome sangat memerlukan kekuatan komunitasnya untuk menciptakan plugins yang membuat para peselancar dunia maya menjadi kasmaran berat dengannya. Seharusnya tidak perlu waktu lama untuk mereka mulai mengembangkan plugins itu atau istilah mereka ‘gears’ tersebut, tapi saya juga tidak terlalu yakin Chrome akan mengantisipasi banyak gears karena tujuan utama mereka adalah keringanan dan kecepatan.
Selama ini saya adalah pengguna browser Maxthon yang menurut saya pribadi sangat memuaskan dari segi keringanan, kecepatan, dan keluasan fungsi. Bergantian dengannya, saya juga masih memakai Firefox untuk keperluan mengakses situs yang kaya akan AJAX dan fungsi-fungsi skrip dinamis lainnya (seperti Facebook, Google Reader, atau Meebo) karena di Maxthon hal tersebut masih kurang terakomodasi dengan baik selain perlu loading yang lama. Kehadiran Chrome sepertinya yang serba cekatan menangani skrip sepertinya merupakan penyatuan yang sempurna dari Maxthon dan Firefox. Terbukti saya yang sekarang sudah uninstall Firefox, tertinggal Chrome sebagai default browser yang disusul oleh Maxthon sebagai alternatif yang sampai sekarang masih sulit saya tinggalkan. Perlu waktu yang lama bagi saya dahulu untuk memutuskan pindah dari Firefox ke Maxthon. Ketika saya melihat Chrome, hanya perlu waktu beberapa jam saja.
Sekalipun demikian, Chrome sepertinya tidak begitu dianjurkan untuk mereka yang menggunakan internet dengan bandwidth terbatas karena sampai saat ini tidak bisa memblok atau menonaktifkan gambar-gambar yang biasanya menyedot resource bandwidth. Akibatnya, berselancar dengan Chrome akan menghabiskan biasa yang cukup besar. Situs-situs populer di Indonesia seperti Detik.com, Kaskus.us, HitmanSystem.com, Okezone.com, ataupun manca negara seperti MSN.com dan BoingBoing.net memiliki begitu banyak materi gambar yang akan terasa merampok peselancar yang menggunakan dengan limited bandwidth.
Bagi saya, ada dua fitur yang paling menarik dari Chrome. Yang pertama adalah Incognito Window. Ini adalah ide mungil yang cukup cerdas; saya sangat terkejut Google mengantisipasi kebutuhan ini dengan serius, sampai-sampai dimunculkan sebagai mekanik tersendiri dalam browser mereka. Fitur kedua adalah Omnibox yang membuat segala sesuatunya lebih singkat dan lancar. Jenius!
Google telah menyewa seorang komikus untuk mengerjakan komik pendek yang bisa dibaca di sini. Saya adalah penggemar Scott McCloud lewat karyanya Understanding Comics, jadi saya memiliki harapan yang tinggi untuk hasil kerjasamanya dengan Google ini. Sayang sekali, komik Chrome tidak berhasil memuaskan harapan tersebut, karena penyampaiannya yang masih terasa kaku, prematur dan tidak serius. Anyways, pengguna Chrome, atau malah pencinta Chrome, rasanya akan tetap menikmati karya tersebut sebagai tutorial mekanik dari masa depan sebuah browser.
February 11th, 2009 on 10:21 am
adakah cara untuk menonaktipkan konten image di broser gugel krom ?