Belajar Mengatur Keuangan Keluarga Muda Agar Tetap Stabil Sampai Tua

By | 3 August 2019

Menikah merupakan tahapan fase paling penting dalam kehidupan setiap orang, baik pria ataupun pria. Menyatukan dua kepala dalam satu keluarga itu bukanlah hal yang mudah seperti apa yang dibayangkan banyak orang. Apalagi jika sudah menyangkut masalah keuangan, salah-salah dapat berakibat fatal seperti terjadinya perceraian. Inilah kenapa sangat disarankan sekali untuk belajar mengatur keuangan keluarga muda dan jangan menunggu adanya kebutuhan. Jika sudah dipersiapkan sejak awal, tentu kedepan akan lebih ringan sampai dengan tua. Mulai dari melihat penghasilan, pengeluaran, tabungan, menentukan anggaran dan lain sebagainya.

Pasangan suami istri yang baru saja menikah harus banyak membicarakan masa depan keuangan, bukan melulu mengenai ingin punya anak berapa. Komunikasi yang terjalin dengan baik sejak awal pernikahan pasti akan menjadi cara menghindari perselisihan dalam segala hal, terutama dalam pengaturan keuangan. Bagi Anda yang masih merasa kebingungan dengan cara pengaturan keuangan seperti apa, berikut ini ada beberapa tips yang bisa Anda coba:

 

  1. Buat kesepakatan bersama pasangan.

Hal utama yang harus dilakukan oleh pasangan suami istri pertama kali adalah membuat kesepakatan, ini sangat penting dan bisa dilakukan dari melakukan komunikasi bersama secara intens. Kesepakatan tersebut berkaitan dengan banyak hal seperti bagaimana memenuhi kebutuhan rumah tangga, melunasi cicilan hutang, sampai dengan anggaran asuransi sebagai perlindungan.

 

  1. Mulai berbagi peran.

Tidak ada salahnya jika Anda mulai untuk berbagi peran dan bekerja sama dengan pasangan. Dengan begitu pendapat istri mengenai hal salah bisa diperbaiki oleh suami, begitu pula sebaliknya. Selain itu suami istri juga lebih paham seperti apa tugasnya, misal pendapatan suami digunakan untuk bayar cicilan, premi angsuran sampai dengan tabungan.

 

  1. Ajak pasangan mengambil keputusan.

Mulai biasakan pada diri Anda sendiri untuk mengambil keputusan secara bersama, bedakan ketika masih lajang. Hal itu sangat penting, karena dengan begitu pasangan akan lebih kompak dan bisa terlibat satu dengan lain. Misalnya saja keputusan pengajuan KPR rumah, mengambil mobil sampai dengan tambah momongan.

 

  1. Memperbaiki rencana keuangan.

Ketika masih lajang, pasti sudah ada rencana keuangan yang disusun dengan keputusan sendiri seperti membeli motor, tabungan dan lainnya. Tetapi hal itu bedakan ketika sudah memiliki keluarga, utamakan perencanaan keuangan prioritas terlebih dahulu. Jika memang target masa depan masih banyak, perlu untuk mencari uang tambahan.

 

Selain dari keempat tips diatas, tidak kalah penting lagi adalah tetap memberikan uang cadangan sebagai dana darurat. Ini penting untuk mendukung stabilnya keuangan keluarga Anda sejak pertama sampai dengan tua. Tidak sedikit pasangan yang baru saja menikah memilih untuk menikmati hidup berdua dengan pengontrolan uang yang kurang, apalagi untuk persiapan masa depan. Boleh saja melakukan hal itu, tetapi selagi belum ada tanggungan apapun apalagi anak lebih baik persiapkan sejak sekarang jangan sampai menyesal setelah terlambat.

 

Layaknya rencana masa depan yang harus ditata sedemikian rupa hingga akhirnya bisa sampai pada tahap kepuasan bersama. Untuk mendapatkan kondisi keuangan yang tetap stabil sejak pertama kali menikah sampai dengan masa tua memang perlu banyak adanya rencana. Jangan sampai karena terlalu lengah dalam pengaturan keuangan keluarga muda justru masa tua harus menelan pil pahit dari semua itu. Akibatnya kebutuhan yang terus meningkat tetap persiapan keuangan kurang matang, berakhir pada timbulnya konflik keluarga. Jangan sampai bahtera keluarga yang sudah dibangun harus berakhir hanya karena ekonomi semata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.