Mitos-Mitos Negatif Lampu Hemat Energi

By | 27 December 2014

Popularitas memilih lampu hemat energi  sebagai lampu berteknologi modern yang dapat mengirit pemakaian listrik dan memiliki waktu pemakaian yang lebih tahan lama dari bohlam konvensional tampaknya tidak selalu berakhir positif. Beberapa pernyataan yang beredar luas menyebutkan bahwa lampu hemat energi yang berjenis Compact Fluorescent Lamp (CFL) atau Light Emitting Diode (LED) ternyata memiliki sisi negatif bagi penggunanya. Namun, apakah tiap rumor atau mitos tersebut benar adanya? Berikut beberapa mitos negatif yang beredar, sekaligus fakta di baliknya agar Anda bisa mempertimbangkan sendiri dengan obyektif.

lampu

Lampu Hemat Energi Terlalu Mahal

Banyak kalangan masyarakat, terutama di Indonesia, yang merasa bahwa harga lampu hemat energi terlalu mahal. Jika dilihat hanya sebatas dari sisi harga saja, lampu CFL memang sekitar 2 atau 3 kali lipat harga lampu bohlam biasa. Bahkan lampu LED bisa sampai 10 kali lipat mahalnya. Namun jika dibandingkan dengan masa pakai lampunya, maka lampu CFL dan LED bisa tahan lama hingga bertahun-tahun.

Lampu CFL Mengandung Merkuri dan Radiasi UV yang Berbahaya

Tabung berwarna putih yang menyala pada lampu CFL memang mengandung merkuri, dan merkuri sangat berbahaya jika bersenyawa dengan udara dan terhirup atau menempel pada makanan serta benda-benda lain. Namun kandungan merkuri yang sangat kecil pada lampu CFL masih jauh dari konsentrasi yang cukup untuk membahayakan anak kecil. Begitu pula dengan radiasi UV yang dihasilkan oleh lampu CFL ini. Radiasi UV hanya berpengaruh jika Anda berada kurang dari 11 inchi dari lampu. Lebih jauh dari itu, Anda tidak akan terpengaruh oleh radiasi yang negatif.

Lampu CFL Susah Menyala saat Udara Dingin dan Tidak Bisa Digunakan dengan Dimmer

Di beberapa negara Eropa yang suhunya sampai beberapa derajat di bawah nol mungkin benar. Namun untuk iklim di Indonesia, Anda tak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Sementara untuk penggunaan dengan dimmer, memang secara standar, lampu CFL tidak didesain untuk hal tersebut. Namun kini telah marak lampu CFL yang telah memiliki kemampuan untuk digunakan dengan dimmer. Pastikan lampu CFL yang Anda beli memiliki label “dimmable” atau bisa digunakan dengan dimmer.

Jika Anda masih ragu atau kesulitan untuk memasang dan melakukan setting posisi lampu hemat energi agar tidak menimbulkan dampak negatif, Anda dapat meminta jasa layanan efisiensi energi dari pihak ketiga untuk mengatasi pemasangan lampu hemat energi dengan standar yang aman. Perusahaan penyedia layanan tersebut akan memastikan bahwa gedung, pabrik, atau rumah Anda mendapatkan jenis-jenis lampu hemat energi yang ramah lingkungan. Mereka juga akan menempatkan lampu-lampu tersebut pada posisi yang aman sehingga memperkecil kemungkinan pecahnya lampu.

Share yuk!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.