idul fitri dan tradisi mudik (seri pertama)

By | 28 September 2009

Sebelum saya mulai postingan ini, ada baiknya saya ucapkan

Selamat Idul Fitri 1430H
Minal aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir Batin

Rasanya ucapan itu sedikit telat, karena idul fitri sudah lewat 1 minggu yang lalu. Maklum saja, selama 1 minggu lebih saya tidak bisa mengakses blog ini untuk membuat postingan dari sony ericsson k630i saya. Paling saya cuma update status facebook, twitter dan plurk saja dari handphone. Tidak lupa mengecek email gmail saya. Rasanya sangat sulit membuat postingan dari sony ericsson k630 itu.

Selama 1 minggu saya tidak membuka internet lewat laptop zyrex saya karena laptop itu saya titipkan kepada rizky amalia sementara saya mudik ke kampung halaman. Saya pulang kampung ke Purbalingga, Jawa Tengah. Berangkat dari rumah tanggal 18 september dari Karang Tengah, Tangerang dan sampai lagi di Karang Tengah 23 september 2009

Tradisi Mudik

bagi sebagian besar warga indonesia, mudik ke kampung halaman pada saat lebaran merupakan sebuah tradisi. Orang yang bekerja di luar kampung halamannya, menyempatkan diri kembali ke kampung halaman untuk berlebaran dengan orang tua dan sanak saudaranya. Tapi tidak demikian dengan saya dan keluarga. Saya sekeluarga tidak pernah mudik saat lebaran. Baru tahun ini kami ke kampung halaman pada saat lebaran.

Kali ini yang ikut adalah saya, ibu, adik dan saudara sepupu. Kami berangkat dari Karang Tengah pada hari jumat, 18 september jam 8 malam karena adik saya baru libur hari sabtu. Hari jumat itu pun, saya dan cintaqu harus menjemput adik saya di Bekasi. Dan pada hari jumat itu kami sudah mendapatkan kabar bahwa lebaran 1430H jatuh pada hari minggu. Tapi masih belum pasti karena menunggu pengumuman dari Departemen Agama RI

Terakhir kali saya pulang kampung pada saat saya masih duduk di bangku SMP, kurang lebih 10 tahun yang lalu. Tentunya sudah sangat lama sekali. Itupun bukan pada saat lebaran. Dulu biasanya saya berangkat dari Karang Tengah jam 5 sore dan sudah sampai di purbalingga sekitar jam 4 pagi. Jadi saya pikir, kali ini saya akan sampai pada sabtu pagi. Ternyata perkiraan saya meleset. Mobil yang kami tumpangi rencananya akan lewat jalur pantura. Tapi ternyata jalur pantura ditutup karena sangat macet. Terpaksa lewat jalur selatan. Jalur selatan juga macet. bahkan dari jam 4 pagi sampai 6 pagi mobil sama sekali tidak bisa jalan di daerah Cikamurang. Pengguna mobil turun dari mobilnya dan ada yang bersantai di jalan. Bahkan ada juga yang tertidur. Ternyata penyebab kemacetan ini adalah karena ada mobil yang nyerobot ke jalur kanan. Otomatis tidak bisa jalan karena tidak ada yang mau mengalah. Perjalanan masih sangat jauh, padahal jika bukan lebaran, kami sudah sampai di purbalingga.

kemacetan panjang di cikamurang, banyak yang turun ke jalan

kemacetan panjang di cikamurang, banyak yang turun ke jalan

Kemacetan tidak berhenti sampai di sana. Di beberapa ruas jalan juga macet dan beberapa kami harus melewati jalur alternatif yang lebih jauh dan jalannya berbatu-batu. Sampai sini saya jadi mengerti kenapa orang tua saya tidak pernah mengajak pulang kampung saat lebaran. Pasti macet sekali dan melelahkan. Mobil kami berjalan melewati tol kanci yang belum 100% jadi. Baru ada 1 jalur yang bisa digunakan.

Akhirnya kami sampai di kampung halaman, Tumanggal, Purbalingga jam 8 malam hari sabtu. Tangerang – Purbalingga ditempuah dalam waktu 23 jam. Sangat lama sekali. Pemerintah juga sudah mengumumkan bahwa lebaran hari minggu. Kami disambut hangat oleh sanak saudara di sana. Saya sudah tidak punya nenek di sana, jadi hanya ada pakde, bude dan saudara sepupu.

Minggu, 20 September 2009, Idul Fitri 1430H

hari ini lebaran tiba, selepas sholat ied, kami bermaaf-maafan. Walaupun ayah saya tidak ikut, untung saja sudah ada teknologi handphone sehingga saya bisa menelponnya. Tidak lupa menelpon cintaqu 🙂 . Menjelang siang kami ziarah ke pemakaman nenek dan kakek kami serta beberapa sanak saudara lainnya. Baru kali ini saya ziarah saat lebaran. Setelah itu berkumpul bersama keluarga di rumah pakde saya. Dan inilah foto beberapa adik sepupu saya yang menggemaskan 😀

sepupu : kiri ke kanan (lia, bayu, dela, yuni)

sepupu : kiri ke kanan (lia, bayu, dela, yuni)

dilanjutkan dengan jalan ke rumah bibi dari mama (sepertinya saya harus memanggilnya mbah alias nenek). Perjalanan lumayan jauh sehingga harus naik mobil

di rumah mbah : (dari kiri ke kanan : mbah kecil, ica, mama, mas kiswono, mbah, dela, pakde sapon, adeku)

di rumah mbah : (dari kiri ke kanan : mbah kecil, ica, mama, mas kiswono, mbah, dela, pakde sapon, adikku)

Setelah dari rumah mbah, kami meminta mas soni untuk memanjat pohon kelapa. Panasnya siang itu membuat kami haus. Pasti terasa segar jika minum es kelapa muda 🙂

Sementara itu dulu ya ceritanya. cape neh ngetik mulu. nanti ada seri kedua deh. tunggu aja ya. di seri kedua saya akan menceritakan perjalanan ke alun-alun kota purbalingga dan potong kambing…

5 thoughts on “idul fitri dan tradisi mudik (seri pertama)

  1. kayadariblog

    Rekan rekan blogger
    kami mengharapkan anda untuk menjadi mitra dengan menjadi affiliasi pada blog bisnis : kayadariblog.com.. anda dapat menjadi mitra kami dengan gratis dan kami menyedikan bagi hasil 50% untuk bisnis ini.
    Kunjungi : kaya-dari-blog.blogspot.com (untuk mendapatkan panduan affiliasinya)
    Terima kasih..

    Reply
  2. Market Pulsa

    wah, lama g update mas
    .-= Market Pulsa´s last blog ..Bisnis Pulsa GSP =-.

    Reply
  3. alfon

    😛 minal aidin wal faizin mas
    .-= alfon´s last blog ..Window 7 pun Menyihir Harry Potter =-.

    Reply
  4. Pingback: idul fitri dan tradisi mudik (seri kedua) | tutorial indonesia, materi kuliah, web desain, programming

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.