Meriahnya Jakarta Fair 2011

By | 1 July 2011

Jakarta Fair atau biasa disebut Pekan Raya Jakarta (PRJ) merupakan sebuah pameran tahunan yang diadakan di Kemayoran. Jakarta Fair diadakan tiap tahun dalam rangka memperingati ulang tahun Jakarta. Pada pameran ini kita bisa melihat banyak stand yang menjual produk masing-masing.  Jakarta Fair ini diadakan di JIEXPO pada tanggal 9 Juni sampai 10 Juli 2011.

Di Tahun 2011 ini saya ke Jakarta Fair bersama istri yang sedang hamil. Kami berdua ke sana pada tanggal 25 Juni 2011. Kami sampai di sana pada sore hari dengan menggunakan sepeda motor. Ternyata walaupun masih sore, parkiran motor sudah penuh. Ini salah satu pertanda jumlah pengunjung sudah banyak. Kami parkir motor di tempat yang sudah disediakan panitia dan membayar Rp 8.000. Petugas parkir membantu kami parkir pada tempat yang sudah disediakan.

Sesampainya di sana kami tidak langsung membeli tiket. Kami mencari makan terlebih dahulu karena kami belum sempat makan siang. Kami beli makan di warung tenda pinggir jalan yang berada di dekat parkir motor. Karena takut harga makanan yang melambung tinggi karena ‘ditembak’ oleh penjualnya, kami memutuskan membeli makanan yang tertera harganya. Pilihan kami jatuh pada Ayam penyet.. Enak…

Kami membeli tiket PRJ pada tempat yang sudah tersedia. Karena waktu itu hari sabtu, harganya Rp 25.000 / orang. Tiket itu terbagi menjadi beberapa potong dan sebagian bisa ditukarkan dengan makanan/minuman yang dipromosikan. Tentu saja dengan membayar tambahan sedikit uang. Ketika melewati pintu masuk, salah satu potongan tiket disobek.

Begitu masuk pintu utama, terdapat stand/booth BNI. Di sana sedang manggung group band Tangga. Tidak ingin melewatkan kesempatan ini, kami pun nonton pertunjukan itu dengan senang. Yang nonton juga banyak lho, bahkan ada yang nonton dari lantai atas.

 

Pertunjukan dari group band tangga pun selesai, kami langsung keluar dari gedung pertama kami masuk itu. Jujur saja, saya tidak tahu itu namanya hall apa? :D. Ternyata banyak sekali stand yang ada di sana. Kami pun belum ada tujuan mau beli apa di sana. Harusnya kami jalan dari satu booth ke booth lainnya. Tapi berhubung istri sedang hamil, kami memutuskan untuk menggunakan wahana wara-wiri yang ada di sana. Wara-wiri itu merupakan mobil, tapi sebenarnya mirip kereta karena ada beberapa bagian yang digandeng gitu. Wahana ini akan mengantarkan kita sampai ke Gambir Expo. Sekali naik wahana ini, kami beli tiket seharga Rp 3000/orang untuk sekali jalan. Lumayan lah jadi gak cape

Sepanjang jalan menggunakan wara-wiri terlihat ramai sekali. Sepertinya semua produk ada di sana seperti otomotif, makanan, minuman, pakaian, elektronik dan masih banyak lagi. Akhirnya sampai juga di gambir expo. Kami bukannya langsung mengunjungi booth yang ada, tapi kami malahan berfoto di depan replika candi. sepertinya candi borobudur/ CMIIW. Di gambir expo memang terdapat tempat rekreasi berupa danau.  Di pinggir danau terlihat orang sedang santai. Ada yang duduk, naik sepeda, naik becak, dan berfoto di depan replika candi. Sementara di danau ada yang naik perahu dan naik bola air. Eh, ada flying fox dan rumah hantu juga di sana. Serem…Tempat ini cocok bagi anda yang sudah lelah berkeliling PRJ

Berputar-putar di Jakarta Fair

Tempat yang pertama kali kami kunjungi adalah booth yang menjual pakaian. Setelah mendapatkan barang yang kami butuhkan, kami lanjut berkeliling ke hall lainnya. Lengkap sekali di sana. Banyak produk yang memberikan harga special di Jakarta Fair 2011 ini. Karena kami naik sepeda motor, rasanya tidak mungkin membeli barang terlalu banyak. Ribet juga bawanya. (Padahal karena emang gak ada duit.. hehehe).

Ada beberapa booth yang mengadakan kuis, ada juga yang mengadakan atraksi seperti tari. Ada booth yang sepi, ada juga yang ramai. Ada boorh yang terlihat sederhana, ada juga yang mewah, Setelah lelah, kami memutuskan untuk beristirahat sebentar. Kami beli makanan dan minuman dengan menggunakan potongan tiket masuk. Harga makanan dan minuman yang dibeli jadi lebih murah, Tidak lupa foto-foto saat istirahat (narsis mode on) agar bisa diupload di blog.

Kami lanjut lagi ke hall lainnya sampai akhirnya kami benar-benar lelah dan istri mengajak pulang. Maklum ibu hamil gak bisa jalan kaki terlalu lama. Ketika itu hari sudah menunjukkan pukul 19.00. Sudah semakin larut dan semakin banyak pengunjungnya. Tidak lupa kami membeli snack untuk keponakan kami di rumah.

Banyaknya Pedagang Kerak Telor

Kami menuju parkiran melewati gedung pada saat kami masuk. Kami berdesakan melewati ratusan orang yang baru mau masuk ke arena PRJ. Ternyata kami salah jalan, ada jalan pintas untuk keluar yang lebih dekat dan tidak perlu berdesakan.. hiks.. Jumlah sepeda motor di parkiran sudah penuh, berbeda sekali jumlahnya pada saat kami masuk tadi. Kami pun bingung mencari posisi parkir motor.

Motor sudah ditemukan, kami keluar parkir dengan menunjukkan STNK dan karcis parkir. Kalo pake pengecekan begini, rasanya sangat aman sekali dibandingkan kalo kita parkir di luar PRJ. Kami langsung mencari penjual kerak telor untuk diberikan kepada bapak mertua saya. Bapak mertua memang orang betawi dan suka kerak telor. Wow, banyak sekali pedagang kerak telornya. Kami sampai bingung mau milih yang mana. Ada yang masih muda, ada juga yang sudah tua.  Akhirnya istriku memilih seorang penjual yang sudah lumayan berumur.

Malam itu menjadi malam yang meriah di PRJ. Jumlah pengunjung yang ramai dan jumlah booth yang banyak membuat PRJ meriah. Selain itu juga karena adanya artis yang manggung di sana tiap hari. Saking banyaknya jumlah pengunjug, sebagian ruas jalan utama dijadikan sebagai arena parkir mobil. Alhasil jalanan menjadi macet..

Itulah cerita saya tentang meriahnya Jakarta Fair… Insya Allah kami akan datang lagi tahun depan..

 

Share yuk!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *